Dari : Situs Alfi

efek salju berjatuhan

Selasa, 18 Februari 2014

SELFIE itu apa sieh. Anda Penasaran ? Sama, Saya Juga !!!

pasti ada yang tanya-tanya, apa sie Selfie itu ?
anda penasaran ? samaaa, saya juga. . .
haaahaaha

Mari kita bahas sedikit tentang suatu hal yang mulai hari-hari ini menghiasi pendengaran kita, yaitu Selfie (itu bukan nama orang lhoOo). . .
Orang bisa melakukan Selfie dimana-mana, mulai dari kamar tidur, kantor, jalanan, acara-acara khusus bahkan yang paling populer dikamar mandi. Selfie kini juga sudah mendapat tempat tersendiri di Oxford English Dictionary yang berdekatan dengan Self dan Selfish. Tahun 2013, Selfie dinobatkan menjadi Word of The Year.
Fenomena Selfie ternyata sudah mendunia lho. mulai dari presiden, Paus, para selebriti hingga warga biasa. tren ini terus menerus berkembang. survei terbaru pernah dilakukan oleh Pew Internet and American Life Project menemukan bahwa 54% pengguna internet telah mengunggah foto asli mereka. dari jutaan foto yang pernah diunggah, sebagian besar adalah foto diri.





Menurut sejarah, mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik atau dalam bahasa Inggris dinamakan self-portrait atau disingkat Selfie dilakukan pertama kalo oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839. Ketika era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan Selfie dan hal tersebut tercatat sebagai Selfie kedua dalam sejarah. 

Kini, di era teknologi serba ma­ju, perangkat hi-tech beredar di ma­na-mana sekaligus portable device dengan fitur kamera seperti smart­phone, phablet dan tablet menjadi satu hal yang umum, aksi Selfie ini amat sering dijumpai. Dengan me­ngam­bil angle agak tinggi sekitar 45 de­rajat, mata sedikit dibuat  sayu, (ter­kadang) mengambil pose duck face, mengambil fotonya dengan meng­gunakan aplikasi seperti ins­ta­gram untuk menambah kesan dra­matis dan lainnya, membuat aksi Selfie menjadi sangat mudah di­la­kukan, kapan dan di manapun juga.

"Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya," ujar Dr Mariann Hardey, seorang pengajar di Durham University dengan spesialisasi digital social media, seperti dikutip oleh Guardian (14/07). Hardey juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto-foto Selfie tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat 'bernilai' lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.

Walaupun tidak hanya Hardey yang mengatakan bahwa Selfie merupakan bentuk dari ingin diakui atau dapat disebut sebagai tanda kurang percaya terhadap diri sendiri karena banyak peneliti lain yang juga mengatakan hal serupa, namun tidak sedikit orang yang membantah bahwa Selfie dilakukan hanya sekadar ingin tenar dan tidak percaya diri.
Selfie adalah salah satu revolusi ba­gaimana seorang manusia ingin di­akui oleh orang lain dengan me­m­a­jang atau sengaja memamerkan foto tersebut ke jejaring so­sial atau media lain­nya,” ujar Satria Erianto, ma­ha­­sis­wa jurusan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Sumbar. Satria juga me­­n­gatakan bahwa dengan me­ma­­mer­kan foto-foto Selfie ter­sebut, ma­ka orang yang ber­sangkutan ingin terlihat ‘bernilai’ lebih-lebih apa­­bila ada yang berkomentar ba­gus tentang foto tersebut. Selfie juga di­­lakukan untuk menarik orang lain su­paya dianggap lebih tenar dan menarik.

Yuliandari Jasmine, mahasiswi Unand juga mengatakan, orang yang melakukan foto Selfie itu ada­lah hal yang wajar. Karena untuk meng­eksplorasi diri sendiri dan me­lihat tubuhnya sendiri bukan de­ngan maksud ingin narsis atau sejenisnya. “Orang kebanyakan  melakukan foto Selfie karena ter­kadang ma­lu ter­lihat orang ra­mai saat berfoto. Bisa juga ke­­tika se­se­orang me­­rasa di­rinya se­­dang baik atau ba­gus un­tuk di foto, con­­­toh­nya ke­­­tika kita sedang  ber­dan­dan can­tik,” ujarnya. Beda dengan Dilla Syafitri, siswi SMA Tamsis ini mengatakan, bah­wa dia tidak suka berfoto Selfie. Me­nu­rut­nya foto Selfie itu tidak men­cer­min­kan jati diri dan tidak keli­hatan lebih dewasa kesannya. Ma­lah seper­ti anak alay apalagi ber­gaya dengan tingkah yang aneh, bibir yang di monyongin ke depan, mata yang disi­pit­kan. ”Itu ka­yak­­nya sa­ma sekali tidak me­­na­rik. Ma­­lah mem­per­­­bu­ruk w­a­­jah saja dan ke­­san­nya ti­dak ber­­­­i­ba­wa,” ujar­nya. 
coba dibuka, inilah pendapat psikolog tentang selfie. . .

apapun pendapat anda tentang Selfie, yang penting adalah jangan sampek selfish. . .
dan harus be your self ^^
tetap pilihlah foto Selfie terbaik sebelum mengunggahnya ke dunia maya, agar tidak dicap negatif oleh siapapun yang melihat foto anda. . .
"Jangan sampai gara-gara Selfie kalian kehilangan momen-momen terbaik di hidup kalian."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.