anda penasaran ? samaaa, saya juga. . .
haaahaaha
Mari kita bahas sedikit tentang suatu hal yang mulai hari-hari ini menghiasi pendengaran kita, yaitu Selfie (itu bukan nama orang lhoOo). . .
Orang bisa melakukan Selfie dimana-mana, mulai dari kamar tidur, kantor, jalanan, acara-acara khusus bahkan yang paling populer dikamar mandi. Selfie kini juga sudah mendapat tempat tersendiri di Oxford English Dictionary yang berdekatan dengan Self dan Selfish. Tahun 2013, Selfie dinobatkan menjadi Word of The Year.
Fenomena Selfie ternyata sudah mendunia lho. mulai dari presiden, Paus, para selebriti hingga warga biasa. tren ini terus menerus berkembang. survei terbaru pernah dilakukan oleh Pew Internet and American Life Project menemukan bahwa 54% pengguna internet telah mengunggah foto asli mereka. dari jutaan foto yang pernah diunggah, sebagian besar adalah foto diri.
Menurut sejarah, mengabadikan diri sendiri dengan perangkat elektronik
atau dalam bahasa Inggris dinamakan self-portrait atau disingkat Selfie dilakukan pertama kalo oleh seseorang bernama Robert Cornelius pada tahun 1839. Ketika era kamera polaroid sedang menjadi salah satu tren di tahun 70an, seorang bernama Andy Warhol juga pernah melakukan Selfie dan hal tersebut tercatat sebagai Selfie kedua dalam sejarah.
Kini, di era teknologi serba maju, perangkat hi-tech beredar di mana-mana sekaligus portable device dengan fitur kamera seperti smartphone, phablet dan tablet menjadi satu hal yang umum, aksi Selfie ini amat sering dijumpai. Dengan mengambil angle agak tinggi sekitar 45 derajat, mata sedikit dibuat sayu, (terkadang) mengambil pose duck face, mengambil fotonya dengan menggunakan aplikasi seperti instagram untuk menambah kesan dramatis dan lainnya, membuat aksi Selfie menjadi sangat mudah dilakukan, kapan dan di manapun juga.
"Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang manusia ingin
diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja memamerkan foto
tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya," ujar Dr Mariann Hardey,
seorang pengajar di Durham University dengan spesialisasi digital social media, seperti dikutip oleh Guardian (14/07). Hardey juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto-foto Selfie
tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat 'bernilai'
lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut.
Walaupun tidak hanya Hardey yang mengatakan bahwa Selfie merupakan bentuk dari ingin diakui atau dapat disebut sebagai tanda kurang percaya terhadap diri sendiri karena banyak peneliti lain yang juga mengatakan hal serupa, namun tidak sedikit orang yang membantah bahwa Selfie dilakukan hanya sekadar ingin tenar dan tidak percaya diri.
Walaupun tidak hanya Hardey yang mengatakan bahwa Selfie merupakan bentuk dari ingin diakui atau dapat disebut sebagai tanda kurang percaya terhadap diri sendiri karena banyak peneliti lain yang juga mengatakan hal serupa, namun tidak sedikit orang yang membantah bahwa Selfie dilakukan hanya sekadar ingin tenar dan tidak percaya diri.
”Selfie adalah salah satu revolusi bagaimana seorang
manusia ingin diakui oleh orang lain dengan memajang atau sengaja
memamerkan foto tersebut ke jejaring sosial atau media lainnya,” ujar
Satria Erianto, mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Sumbar. Satria juga mengatakan bahwa dengan memamerkan foto-foto Selfie
tersebut, maka orang yang bersangkutan ingin terlihat ‘bernilai’
lebih-lebih apabila ada yang berkomentar bagus tentang foto tersebut. Selfie juga dilakukan untuk menarik orang lain supaya dianggap lebih tenar dan menarik.
Yuliandari Jasmine, mahasiswi Unand juga mengatakan, orang yang melakukan foto Selfie itu adalah hal yang wajar. Karena untuk mengeksplorasi diri sendiri dan melihat tubuhnya sendiri bukan dengan maksud ingin narsis atau sejenisnya. “Orang kebanyakan melakukan foto Selfie
karena terkadang malu terlihat orang ramai saat berfoto. Bisa juga
ketika seseorang merasa dirinya sedang baik atau bagus untuk
di foto, contohnya ketika kita sedang berdandan cantik,”
ujarnya. Beda dengan Dilla Syafitri, siswi SMA Tamsis ini mengatakan, bahwa dia tidak suka berfoto Selfie. Menurutnya foto Selfie itu tidak mencerminkan jati diri dan tidak kelihatan lebih dewasa kesannya. Malah seperti anak alay apalagi bergaya dengan tingkah yang aneh, bibir yang di monyongin ke
depan, mata yang disipitkan. ”Itu kayaknya sama sekali tidak
menarik. Malah memperburuk wajah saja dan kesannya
tidak beribawa,” ujarnya.
coba dibuka, inilah pendapat psikolog tentang selfie. . .
apapun pendapat anda tentang Selfie, yang penting adalah jangan sampek selfish. . .
dan harus be your self ^^
tetap pilihlah foto Selfie terbaik sebelum mengunggahnya ke dunia maya, agar tidak dicap negatif oleh siapapun yang melihat foto anda. . .
"Jangan sampai gara-gara Selfie kalian kehilangan momen-momen terbaik di hidup kalian."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar