Dari : Situs Alfi

efek salju berjatuhan

Minggu, 08 Desember 2013

Kondomisasi, Antara Solusi dan Ilusi Oleh : Achmad Firdaus

KabarIndonesia - Bertepatan dengan tanggal 1 Desember beberapa hari yang lalu, masyarakat dunia ramai-ramai memperingati hari AIDS sedunia. Peringatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap wabah AIDS yang disebabkan oleh penyebaran HIV. Hingga saat ini, AIDS masih termasuk salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Penderitanya pun semakin bertambah dari tahun ke tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, ternyata sudah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari sebelumnya, kurang lebih 1400 tahun yang lalu beliau pernah berpesan kepada ummat manusia: "Tidaklah perzinaan tampak pada sebuah kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada para pendahulu mereka yang telah lalu akan mewabah pada mereka." (HR. Ibnu Majah). Kini, perkataan Rasulullah tersebut telah terbukti kebenarannya dan dengan mudahnya berbagai penyakit berbahaya merebak di tengah masyarakat. Bahkan di Indonesia diperkirakan lebih dari 200 ribu orang mengidap HIV/AIDS dengan beragam sebab, namun aktivitas seks bebas menjadi ‘penyumbang' nomor satu pertambahan angka penderita HIV/AIDS dan hampir 50 persen penderitanya adalah generasi muda yang masih berada pada usia produktif. Data dan fakta tersebut menunjukkan betapa bobroknya moral generasi muda saat ini, Berbagai pelanggaran etika dan norma agama pun kerap dijadikan ‘hobby'. Bahkan telah menjadi rahasia umum bahwa di era yang semakin ‘edan' saat ini, hubungan antar muda-mudi selalu akrab dengan aktivitas free sex atas nama cinta dan suka sama suka. Peningkatan aktivitas seks bebas itu tentunya tidak terlepas dari semakin mengguritanya tempat hiburan malam yang tersaji manis di hampir semua kota besar. Sebuah fenomena yang sangat menyedihkan ketika prilaku semacam itu ikut disemarakkan oleh para muda-mudi yang terdidik di sebuah instansi pendidikan. Seolah negeri ini bagaikan taman yang indah bagi para pelaku kemaksiatan. Melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang mengidap penyakit mengerikan itu, mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan preventif, mulai dengan memberikan edukasi di sekolah-sekolah hingga penyuluhan kepada mereka yang rentan terkena virus berbahaya ini. Namun yang paling disoroti saat ini adalah ketika Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengadopsi cara pencegahan HIV/AIDS yang diterapkan di negara barat, yakni kondomisasi atau mensosialisasikan penggunaan kondom kepada masyarakat. Tak tanggung-tanggung sejak tanggal 1 hingga 7 Desember mendatang dijadikan sebagai Pekan Kondom Nasional dengan membagi-bagikan kondom gratis kepada masyarakat, bahkan kalangan remaja pun mendapat bagian. Tentunya, kondomisasi ini akan menjadi pemantik bagi remaja untuk melakukan free sex, seseorang yang awalnya tidak ingin melakukan seks bebas karena takut hamil atau tertular penyakit, namun maraknya kampanye seks aman dengan penggunaan kondom, maka akan mendorong seseorang untuk melakukannya. Disinilah dapat ditarik benang merah bahwa sisi lain kondomisasi dapat menumbuhsuburkan praktek seks bebas di tengah masyarakat. Sehingga muncul pertanyaan, mengapa Indonesia harus mengikuti konsep pecegahan HIV/AIDS yang dianut oleh negara lain? Bukankah budaya Indonesia jauh lebih terhormat dari budaya mereka? Maka alangkah bijaknya jika pencegahan penyakit mematikan ini di lakukan melalui pendekatan moral dan agama yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. 

Kondomisasi Belum Efektif 
Seorang professor psikologi University of Utah, Amerika Serikat (V. Cline, 1995) mengatakan "Jika para remaja percaya bahwa seks dengan kondom, mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan." Itulah faktanya bahwa kondom bukan hanya terbukti gagal mencegah penyebaran HIV/AIDS, tapi juga menumbuhsuburkan penyebaran HIV/AIDS. Bahkan di Amerika Serikat yang telah menerapkan kondomisasi sejak dulu terbukti menjadi bumerang. Hal ini dikutip dari pernyataan H. Jaffe dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (USCDC: United State Center of Diseases Control). Evaluasi yang dilakukan beberapa tahun lalu amat mengejutkan, karena kematian akibat HIV/AIDS menempati peringkat nomor satu di Amerika Serikat. Jauh panggang dari api, mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan solusi yang diterapkan pemerintah Indonesia dengan fakta yang ada saat ini. Kondom ternyata tidak mampu mencegah penularan HIV/AIDS. Berdasarkan sebuah hasil penelitian ilmiah yang diumumkan dalam konferensi AIDS Asia Pacific pada tahun 1995 di Chiangmai, Thailand, menyatakan bahwa pori-pori kondom tidak dapat mencegah penularan HIV/AIDS. Pasalnya, ukuran virus HIV sebesar 1/250 mikron, jauh lebih kecil dari pori-pori kondom yang ukurannya hanya 1/60 mikron. Penggagas program kondomisasi mungkin menganggap hal tersebut sebagai langkah solutif praktis tapi pada kenyataanya program ini hanyalah sebuah ilusi pencegahan HIV/AIDS karena telah terbukti tidak efektif dalam mengatasi masalah yang cukup krusial ini. Malah sebagian orang menilai bahwa Pekan Kondom Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah tidak berbeda dengan program legaliasi seks bebas di kalangan generasi muda. Oleh karena itu solusi yang paling tepat untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS adalah melalui pendekatan moral dan agama yang merupakan karakter bangsa Indonesia. Namun sayangnya, banyak pihak menilai bahwa HIV/AIDS hanya sebatas fakta medis yang tidak bisa dikaitkan dengan moral dan agama, padahal jika ditelusuri dari awal munculnya penyakit berbahaya ini sangat berhubungan dengan perilaku sosial dan berkaitan erat dengan penyimpangan dari tuntunan agama. Wallahu a'lam (*) 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! 
Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

Rabu, 18 September 2013

Cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi

Apakah anda sekarang merasa menjadi seorang yang pelupa atau kurang fokus? Atau sering dibilang “lemot” oleh rekan-rekan anda? Hal itu mungkin diakibatkan oleh daya ingat dan konsentrasi anda rendah. Banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi mudah lupa dan kurang fokus misalnya sering stress, faktor usia, faktor nutrisi, dan faktor eksternal lainnya seperti pengaruh lingkungan dan pendidikan.

Faktor usia biasanya menjadi faktor utama yang menyebabkan daya ingat dan konsentrasi menurun. Semakin bertambahnya usia secara otomatis akan menurunkan fungsi kerja otak sebagai pusat kontrol aktivitas alat indera. Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang yang berusia lanjut.
Namun ternyata penyakit mudah lupa dan kurang konsentrasi juga banyak menghinggapi orang yang berusia muda dan tergolong usia produktif. Hal ini disebabkan terlalu banyak beban pikiran dan waktu istirahat yang tidak cukup. Selain itu asupan gizi yang baik untuk menunjang kinerja otak kurang terpenuhi dengan baik. Dan pengaruh pendidikan dalam keluarga yang menunjukkan rendahnya kepedulian orang tua terhadap cara meningkatkan perkembangan otak anak.
Pada orang yang di masa kecilnya kerap mendapat kekerasan dari orang-orang terdekat akan menimbulkan trauma mental yang berdampak pada terganggunya perkembangan emosional dan kecerdasan anak. Gangguan mental ini bisa berimbas pada rasa kurang percaya diri yang berlebihan sehingga sulit untuk mengembangkan diri sendiri.

Akan tetapi anda tidak perlu takut karena ada berbagai cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi antara lain yaitu :
1.    Konsumsi makanan yang kaya kandungan omega 3 pada ikan, susu, telur, sayur bayam, dan buah alpukat. asam lemak omega-3 dari dulu merupakan sahabat otak dan dipercaya meningkatkan kecerdasan.
2.    Minum teh atau kopi 1 gelas sehari pada siang atau pagi hari.
Menurut hasil penelitian Psikolog Lars Kuchinke dari Universitas Ruhr, Jerman terhadap 66 relawan menunjukkan bahwa mengkonsumsi kafein maksimum 2 cangkir kopi sehari akan mengarahkan orang ke respons yang lebih cepat dan lebih sedikit membuat kesalahan dalam tugas-tugas mental sederhana.
3.    Tidur pada siang hari sekitar 1-1,5 jam yang dianjurkan antara pukul 12.00 s.d 15.00. Tidur siang yang cukup dpercaya dapat meningkatkan kecerdasan otak.
4.  Melatih diri menghafalkan sesuatu sesering mungkin. Misalnya menghapalkan suatu kalimat penting atau janji penting tanpa bersuara keras. Kegiatan ini mungkin terlihat sepele, tapi jika dilakukan sesering mungkin akan melatih dan meningkatkan kemampuan otak.
5.    Sering-sering menonton acara komedi dan bergaul dengan orang yang humoris. Walaupun belum ada penelitian secara spesifik mengenai ini, tapi dipercaya aktivitas ini dapat membuat otak lebih rileks dan mudah merespons segala sesuatu.
Nah itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. Mudah-mudahan dapat dijadikan pertimbangan untuk menjaga kualitas hidup anda. Lakukanlah mulai detik ini juga dan buktikan sendiri dampak positifnya.
 
Regards,

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang

Jepang, sebuah negara maju dan sukses yang terletak di benua asia, kenapa mereka bisa sesukses itu? Berikut kiat-kiat yang mereka terapkan di kehidupan sehari-harinya :

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang #1 : Senantiasa bekerja keras

Sebenarnya kerja keras bukan hal yang asing dalam kiat sukses dalam segala hal, karena dengan bekerja keras berarti kita telah bersungguh-sungguh dan serius. Tak sedikit orang yang telah berhasil karena senantiasa berkerja keras dan bersungguh-sungguh.

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang #2 : Pantang Menyerah

Setelah kahancuran akibat PD yang kedua, negara jepang benar-benar hancur, namun mereka membuktikan bahwa mereka tidak pantang menyerah dengan menjadikan negaranya menjadi salah satu pusat ekonomi dunia dalam jangka waktu yang tidak lama.

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang #3 : Menjaga Kehormatan

Rela mati demi kehormatan, itu menjadi pegangan hidup. Mending mati daripada harus hidup dengan menanggung rasa malu dan bersalah, maka dari itu ada yang namanya ritual harakiri (itu tuch… bunuh diri ala jepang) dan itu dilakukan karena mereka malu dengan kesalahan mereka sendiri dan patut untuk mendapatkan hal yang setimpal yakni dengan jiwa mereka sendiri. Maka dari itu, disaat mereka ingin tetap hidup mereka akan senantiasa menjaga kehormatan mereka sendiri.
Dalam pemerintahanpun demikian, tak sedikit dari mereka yang mengundurkan diri karena telah melakukan kesalahan bahkan ada yang sampai bunuh diri karena telah terlibat kasus korupsi. Disini bukannya ane menyarankan ente untuk bunuh diri karena telah melakukan sebuah kesalahan, namun paling tidak kita bisa ambil sisi baiknya dengan selalu intropeksi diri, dan hindari melakukan hal yang tidak baik.

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang #4 : Rajin Membaca

Budaya membaca sudah jadi sarapan tiap hari disana, sambil tiduran, sedang dalam perjalanan, dalam kereta, dalam bus, ataupun sambil ngopi!
Sekarang ini sudah banyak media baca yang bisa kita manfaatkan, apalagi internet sudah menjamur di berbagai wilayah bahkan pelosok pun tak lepas dari jarahannya. Pintar-pintarlah memanfaatkan waktu, dikala luang kita bisa memanfaatkan untuk membaca, terserah ente mau baca apa (yang penting jangan membaca pikiran), koran bekas kemarin aja masih bisa ente baca, siapa tahu bisa dapat info yang bisa membuat ente kaya mendadak atau bisa dapat pekerjaan yang sudah lama ente idam-idamkan dan sebagainya.

Rahasia Kesuksesan Orang Jepang #5 : Menjaga Tradisi

Masa depan tidak akan ada tanpa masa lalu, dan masa depan bisa berkembang dengan mempelajari masa lalu. Ditengah teknologi yang kian marak, rakyat jepang tidak pernah meninggalkan tradisi nenek moyang mereka, selalu menjaga tradisi, jadi meski sudah berkembang dengan sangat maju mereka tetap tidak kehilangan identitas mereka sebenarnya.
Setelah membaca kiat diatas, seharusnya ente-ente bisa belajar dan menerapkannya. Rahasia Kesuksesan Orang Jepang.

Mengenal Peter Pan dan Cinderella Complex, The Fairy Tale Syndrome

Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.
  http://www.insidethemagic.net/wp-content/uploads/2011/03/Cinderella-Scarlett-Johansson-550x342.jpg
Ternyata tagline iklan ini bukan sekadar pemanis produk. Coba perhatikan lingkungan sekitar kita, ada berapa banyak orang yang tua secara usia biologis tapi masih bersikap kekanak-kanakan? Sikap kekanak-kanakan bisa muncul dalam bentuk tidak mau bertanggung jawab, tidak punya prinsip, atau takut menghadapi masa depan. Seorang teman (usia 24 tahun) pernah cerita pada saya, dia sangat khawatir tentang masa depan setelah lulus kuliah. Oleh karena itu, dia membuat keputusan dengan memperlama masa studi hingga tiga tahun lebih lama daripada waktu normal. Dia merasa belum siap memikul tanggung jawab jika harus segera lulus dan bekerja. Sayangnya, waktu tiga tahun tidak dia gunakan dengan baik. Aktivitasnya lebih banyak dihabiskan di kos dan dia pun menerima surat peringatan dari fakultas. What’s wrong with him?
Dalam dunia psikologi, ada dua sindrom yang terkait dengan kedewasaan, yaitu Peter Pan Complex dan Cinderella Complex. Keduanya memang terinspirasi dari dongeng Peter Pan dan Cinderella. Peter Pan, dalam kisah yang ditulis oleh James M. Barrie, adalah bocah lelaki yang selamanya menjadi anak-anak (baik fisik maupun psikologis). Sementara Cinderella adalah dongeng tentang gadis yang disiksa oleh ibu tirinya dan dia sangat mendambakan kehadiran penyelamat dalam wujud seorang pangeran tampan. Lalu bagaimana kondisi psikologis orang yang mengalami Peter Pan dan Cinderella Complex?
http://theredfoxanddeerlady.files.wordpress.com/2013/07/peter-pan-disney-32501933-1365-1024.jpg

Peter Pan (sumber gambar: isti-yoso.blogspot.com )
  Mari kita bahas Peter Pan Complex terlebih dahulu. Sindrom ini sebenarnya bisa menyerang pria dan wanita, tapi kasusnya lebih banyak terjadi pada pria dewasa. Peter Pan Complex adalah ketidakmampuan seseorang untuk tumbuh dewasa secara psikologis. Durand dan Barlow (Intisari Psikologi Abnormal, 2007) sedikit menyinggung Peter Pan Complex dalam kasus kepribadian. Menurut mereka, orang dengan sindrom tersebut memiliki hambatan untuk menjadi dewasa. Secara psikologis, kedewasaan ditandai dengan kemampuan mengambil keputusan, memahami identitas diri, bisa berempati, inisiatif, mandiri, berani bertanggung jawab, dan bisa mengontrol emosi.
Beberapa gejala utama sindrom ini seperti: sangat tergantung hingga hal-hal kecil pada orang lain/pasangan, emosi labil, daya juang sangat rendah, sulit berkomitmen, manipulatif, tidak bertanggung jawab dan tidak mau dikritik, dan terlalu mencintai diri sendiri. Perlu dicatat bahwa American Psychiatric Association (APA), selaku badan yang selama ini menjadi rujukan penentuan diagnosis gangguan kejiwaan di seluruh dunia, belum memasukkan Peter Pan Complex ke dalam klasifikasi gangguan mental. Jadi, gejala tersebut berdasarkan kasus-kasus yang selama ini dihadapi oleh para ahli kesehatan mental. Jika Anda menemukan kenalan yang memiliki gejala Peter Pan Complex, jangan langsung menjustifikasinya. Perlu diagnosis lebih dalam oleh Psikolog atau Psikiater. Pengetahuan tentang gejala berguna sebagai informasi awal untuk mengenal sindrom ini.
Sekarang kita beralih pada Cinderella Complex. Sama seperti dongeng Cinderella, wanita dengan sindrom ini takut mandiri dan sangat berharap ada sosok lelaki yang bisa melindunginya dalam semua hal. Mereka sangat mengharapkan kehidupan yang secure dan ideal seperti dalam dongeng. Gejalanya juga hampir sama dengan Peter Pan Complex. Wanita dengan Cinderella Complex amat sangat tergantung dengan pasangannya. Mereka inginnya hanya dilayani, atau dalam istilah psikologis disebut dengan conditional positive regard (cinta bersyarat).
Apa yang Menyebabkan Peter Pan dan Cinderella Complex?
Kedua sindrom tersebut akar masalahnya terjadi saat masa kanak-kanak. Faktor utama yang sangat berpengaruh adalah pola asuh orang tua. Baik Peter Pan dan Cinderella Complex bisa terjadi dari pola asuh yang terlalu permisif atau terlalu keras/otoriter. Anak yang terlalu dimanja, semua keinginannya terpenuhi, dan tak pernah belajar bertanggung jawab, cenderung tumbuh menjadi manusia yang tidak mandiri dan rapuh. Contoh sederhana saja misalnya saat anak melakukan kesalahan, kemudian orangtua menimpakan kesalahan pada benda-benda di sekitarnya. Pola seperti itu hanya akan memperkuat skema di pikiran anak kalau dia tidak pernah salah. Alangkah baiknya jika orang tua menjelaskan kesalahan anak dan bagaimana dia harus memperbaikinya.
Sebaliknya, anak yang tumbuh dengan kekerasakan (fisik dan psikologis) juga berpotensi mengalami Peter Pan dan Cinderella Complex. Trauma yang mereka alami menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan. Khusus pada wanita, pada saat inilah mereka berharap datangnya pangeran penyelamat. Hati-hati terhadap kasus bullying di dalam keluarga. Orang tua kadang tak sadar telah melakukan kekerasan verbal pada anak. Misalnya saja mengatakan anak “bodoh” saat nilai sekolahnya di bawah standar. Atau orang tua selalu membanding-bandingkan prestasi kakak dan adik di sekolah. Sikap seperti itu bisa menimbulkan rasa rendah diri dan tidak nyaman dalam diri si anak.
Sikap manja dan tidak mandiri membuat orang dengan Peter Pan/Cinderella Complex mencari pasangan yang mampu mengayominya. Biasanya, pasangan mereka secara usia jauh lebih tua. Mereka mengharapkan figur yang bisa memenuhi semua kebutuhan psikologisnya. Nah, masalah timbul kalau kedua orang dengan sindrom ini bertemu dan menikah. Seringkali karakter asli seseorang belum terlihat di masa pacaran. Setelah menikah, barulah mereka tahu kalau pasangannya masih kekanak-kanakan. Tidak jarang, pernikahan mereka berujung dengan perceraian.
Orang yang terlalu cepat berganti pasangan setelah putus cinta kemungkinan besar memiliki salah satu ciri Peter Pan/Cinderella Complex (bisa jadi punya pasangan baru hanya dalam rentang beberapa minggu setelah putus). Sikap tersebut menunjukkan sisi emosional yang berlebihan dan ketakutan untuk sendiri. Mereka cenderung sangat tergantung pada orang lain dan ingin mendapatkan perlindungan secara psikologis.
Adakah Upaya Preventif untuk Peter Pan dan Cinderella Complex?
Ada! Dan upaya itu harus dilakukan sejak usia dini. Peter Pan dan Cinderella Complex sejatinya merupakan karakter seseorang hasil dari pengasuhan yang keliru. Tanamkan kemandirian pada anak sejak dini, lalu berikan apresiasi atas prestasinya. Cara ini efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Kemandirian tidak harus dilakukan saat anak sudah beranjak remaja. Misalnya, anak usia 3 tahun bisa diajarkan mengembalikan dan merapikan sendiri mainannya. Semakin dini anak belajar, semakin lekat pula kebaikan dalam dirinya.
Berikan reward dan punishment yang seimbang. Agar anak tumbuh menjadi orang bertanggungjawab, maka mereka harus diajarkan berkomitmen terhadap pilihannya. Secara psikologis, komitmen sudah bisa diajarkan sejak usia 5-6 tahun. Pada usia ini, anak biasanya mulai tertarik pada satu hal, yang bisa berkembang menjadi hobi. Berikan pujian untuk setiap tahap perkembangan yang dilalui anak. Tapi jika mereka melakukan kesalahan, berikan teguran. Ingat, hukuman tidak harus dalam bentuk kekerasan.
Ajarkan anak untuk menghadapi realita hidup. Tidak semua permintaan anak harus dipenuhi. Jika orang tua memang sedang tidak memiliki uang, berikan penjelasan kalau permintaannya bisa dipenuhi di lain waktu. Biarkan anak belajar menghadapi masalahnya. Contoh sederhana ketika misalnya anak mengerjakan tugas keterampilan dari sekolah. Biarkan anak mengerjakan semampunya, meskipun hasilnya (menurut orang dewasa) tak sebagus jika dibuat oleh orang tuanya. Dulu saat saya masih SD, banyak hasil keterampilan teman yang dibuatkan oleh kakak atau orangtuanya. Soalnya tugas itu memang dikerjakan di rumah.
Nah ini hal paling penting, pola pengasuhan dari orang tua harus konsisten. Maksudnya, saat ayah berkata A, ibu pun sebaiknya berkata A. Seringkali anak menangkap nilai dan pengasuhan berbeda dari ayah ibunya. Misalnya, ayah melarang anak untuk mencontek saat ujian, sementara ibu membiarkan saja dengan alasan si anak belum sempat belajar di rumah. Pertentangan nilai seperti ini bisa berdampak serius pada perkembangan psikologis anak. Mereka tumbuh menjadi manusia yang bingung dan tak punya prinsip. Ujung-ujungnya, ketika dewasa, mereka tak berani memutuskan sendiri nasibnya.
Jadi, dewasa itu memang sebuah pilihan kan?

Referensi Buku:
Durand, V. Mark dan David Barlow. 2007. Intisari Psikologi Abnormal (Penerjemah: Helly P. Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rabu, 01 Februari 2012

Senyum adalah ibadah, menjalani sesuatu dengan senyum selain bermanfaat baik buat hubungan dengan sekitar, karna senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia. Selain itu senyum berdampak positif juga buat kesehatan tubuh kita. 

1.    Senyum membuat Anda lebih menarik
Orang yg banyak tersenyum memiliki daya tarik.Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang.Orang yg selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg banyak tersenyum memiliki banyak teman. 

2.    Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum.Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik.Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah. 

3.    Senyum bisa menular
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia. 

4.    Senyum menghilangkan stres Stres bisa terlihat di wajah.
Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih.Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih. 

5.    Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik.Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum. 

6.    Senyum menurunkan tekanan darah
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah. 

7.    Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
Senyum ibarat obat alami.Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin.Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit. 

8.    Senyum membuat awet muda
Senyuman menggerakkan banyak otot .Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

9.    Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan.Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien.Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik. 

10.    Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik".Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

Selasa, 06 Desember 2011

mukjizat nyanyian seorang kakak. . .

Kisah Inspiratif | Mukjizat nyanyian seorang kakak
Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee , USA Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantuMichael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.
Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia d ice gat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain …
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah …
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan …

Jumat, 02 Desember 2011

Tips Mencegah Lupa dan Membuat Otak Cerdas

Ingin memiliki otak cerdas dan memiliki daya ingat yang baik. Silahkan disimak info selengkapnya dibawah ini. . .

Beberapa kondisi lingkungan mampu merangsang otak menjadi lebih baik atau buruk. Dengan alasan itu, anda harus mengetahui segala hal yang berada di lingkungan yang dapat memperbaiki kemampuan dan kekuatan otak anda.
Penglihatan, suara, tekstur,aroma, rasa dan sensasi lainnya yang dialami setiap hari dapat menjadi makanan untuk pikiran dan jiwa anda. Menciptakan sebuah lingkungan yang indah dan positif ternyata dapat juga meningkatkan kekuatan otak.
Seperti dikutip dari Askmen, Professor Mark R Rosenweig dari University of California, Berkeley mengungkapkan bahwa ada langkah positif yang bisa dilakukan guna menciptakan sebuah lingkungan yang bisa meningkatkan kemampuan otak, seperti :

1.Mensejajarkan hari dengan suara dan cahaya.
Kegaduhan memiliki dampak bagi tubuh dan pikiran. Untuk itu, hilangkanlah polusi udara dan dengarkanlah suara musik yang indah sebagai bagian dari inspirasi yang bisa didengarkan setiap hari.
Cahaya memiliki dampak langsung terhadap tubuh dan pikiran. Cahaya matahari alami dapat menjadi sebuah sumber yang menyehatkan. Cahaya mengandung gelombang panjang yang berdampak pada hormon, metabolisme dan waktu tubuh. Ini semua baik bagi asupan otak anda.

2. Terhubung ke alam
Ahli Syaraf John Jonides dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science di tahun 2008 menemukan bahwa berjalan di alam dapat memperbaiki ingatan dan hasil tes kewaspadaan sebesar 20 persen.

3. Menyediakan pikiran dengan udara segar.
Bersama suara dari sebuah haromoni dan cahaya alami, udara segar dapat juga menjadi sebuah elemen penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran termasuk otak.
Satu hal yang bisa anda lakukan adalah pergi ketempat yang memiliki udara bersih dan segar atau meletakan tumbuhan yang menghasilkan kesegaran udara.

4. Relasi sosial yang sehat.
Menciptakan relasi sosial yang sehat merupakan elemen yang penting untuk memperbaiki pikiran. Banyak penelitian menunjukan bahwa jalinan interaksi sosial dapat menyegarkan pikiran.
Interaksi sosial yang positif dapat membantu mencegah penurunan kognitif dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh.
.