Dari : Situs Alfi

efek salju berjatuhan

Minggu, 25 Mei 2014

Tokoh Islam - Umar Bin Khotob



 Umar Bin Khattab


Umar bin Khattab adalah Tokoh Islam yang paling aku kagumi,  setalah Nabi Muhammad tentunya. Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid`ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Tulisan ini dikutip dari berbagai sumber terutama dari Wikipedia dan tulisan Michael H. Hart, Seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarahMudah-mudahan  biografi tokoh dunia ini memperluas wawasan dan memberikan manfaat bagi pembaca yang budiman.

NAZAB UMAR BIN KHATTAB

Beliau memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu Al Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.
Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.

UMAR BIN KHATHTHAB SEBELUM MASUK ISLAM

Sebelum Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, “Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku”.
Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas. Sehingga ada kisah, Pada malam hari, Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Ketika membaca surat Al-Kafirun, karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama, setelah membaca ayat ke 5, beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. Akhirnya, Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas.
Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya. Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu’aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.

UMAR BIN KHATTAB MASUK ISLAM

Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur’an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur’an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Umar ibn Al Khttab adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yatsrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah. Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal). Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.
“Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati.”
Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur’an :
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (surat Ali ‘Imran ayat 144).
Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.

KEKHALIFAAAN UMAR BIN KHATTAB

Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya. Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat.
Masjiad Umar Bin Khattab (quba al sakhra) di Yerussalem
Masjiad Umar Bin Khattab (quba al sakhra/Dom of The Rock) di Yerussalem
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam. Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya. Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun Umar itulah penaklukan-penaklukan penting dilakukan orang Arab. Tak lama sesudah Umar pegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Arab menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Arab berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Arab telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Arab menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.
Penyerangan Arab terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum Umar naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Arab terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan Umar. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Arab. Dan bukan cuma itu: pasukan Arab bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642) mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala Umar wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.
Sama pentingnya dengan makna penaklukan-penaklukan yang dilakukan Umar adalah kepermanenan dan kemantapan pemerintahannya. Iran, kendati penduduknya masuk Islam, berbarengan dengan itu mereka memperoleh kemerdekaannya dari pemerintahan Arab. Tetapi Suriah, Irak dan Mesir tidak pernah memperoleh hal serupa. Negeri-negeri itu seluruhnya diArabkan hingga saat ini.
Umar sudah barangtentu punya rencana apa yang harus dilakukannya terhadap daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh pasukan Arab. Dia memutuskan, orang Arab punya hak-hak istimewa dalam segi militer di daerah-daerah taklukan, mereka harus berdiam di kota-kota tertentu yang ditentukan untuk itu, terpisah dari penduduk setempat. Penduduk setempat harus bayar pajak kepada penakluk Muslimin (umumnya Arab), tetapi mereka dibiarkan hidup dengan aman dan tenteram. Khususnya, mereka tidak dipaksa memeluk Agama Islam. Dari hal itu sudahlah jelas bahwa penaklukan Arab lebih bersifat perang penaklukan nasionalis daripada suatu perang suci meskipun aspek agama bukannya tidak memainkan peranan.
Ekspansi Islam Hingga Kekhalifaan Umar Bin Khattab
Ekspansi Islam Hingga Kekhalifaan Umar Bin Khattab
Keberhasilan Umar betul-betul mengesankan. Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan oleh Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam bisa tersebar luas sebagaimana dapat disaksikan sekarang ini. Lebih-lebih, kebanyakan daerah yang ditaklukkan dibawah pemerintahannya tetap menjadi Arab hingga kini. Jelas, tentu saja, Muhammadlah penggerak utamanya jika dia harus menerima penghargaan terhadap perkembangan ini. Tetapi, akan merupakan kekeliruan berat apabila kita mengecilkan saham peranan Umar. Penaklukan-penaklukan yang dilakukannya bukanlah akibat otomatis dari inspirasi yang diberikan Muhammad. Perluasan mungkin saja bisa terjadi, tetapi tidaklah akan sampai sebesar itu kalau saja tanpa kepemimpinan Umar yang brilian.
Memang akan merupakan kejutan buat orang Barat yang tidak begitu mengenal Umar  membaca penempatan orang ini lebih tinggi dari pada orang-orang kenamaan seperti Charlemagne atau Julius Caesar dalam urutan daftar buku ini. Soalnya, penaklukan oleh bangsa Arab di bawah pimpinan Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama dan lebih bermakna ketimbang apa yang diperbuat oleh Charlemagne maupun Julius Caesar.

WAFATNYA UMAR BIN KHATTAB

Pintu Rumah Umar Bin Khattab
Pintu Rumah Umar Bin Khattab
Pada tahun 23 hijriyah beliau mengerjakan ibadah haji ke Baitul Haram Makkah. Setelah pulang dari ibadah haji beliau berdoa kepada Allah agar dimatikan dalam keadaan syahid di kota Madinah. Beliau juga mengadu kepada Allah bahwasanya beliau sudah tua sehingga beliau takut kalau tidak mampu menjalankan kewajiban dengan baik.
Pada hari Rabu 3 hari sebelum bulan Dzulhijjah berakhir, beliau ditikam Abu lu’lu’ah Fairuzal-Majusi, budak Mughirah bin Syu’bah, saat shalat shubuh dengan tiga likaman. Abu Lu’lu’ah juga menikam sahabat Nabi lainnya yang seluruhnya berjumlah 13 rang. Akibatnya 7 orang meninggal akibat banyak kehilangan darah.
Beliau meninggal pada hari Sabtu dalam usia 63 atau 65 tahun. Pada hari Ahad bulan Muharam 24 Hijriyah jenazab beliau dikuburkan di rumah Aisyah, berdampingan dengan kuburan dua sahabatnya, Rasulullah dan Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

PPDB MAN Tambakberas

Penerimaan Peserta Didik Baru 2013-2014

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk program :
  1. Kelas Unggulan
  2. Kelas Reguler
  3. Kelas Reguler Plus Keterampilan:
  • Keterampilan Otomotif
  • Keterampilan Meubelair
  • Keterampilan Tatabusana
Waktu & Tempat Pendaftaran,
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 15 Juni 2013 s/d. 1 Juli 2013
Waktu : Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jl. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp.(0321) 862352,  Fax. (0321) 855537, Sms Center  085770109109
Syarat Pendaftaran,
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Menyerahkan fotocopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah di legalisir sebanyak 2 lembar.
  3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN aslinya.
  4. Menyerahkan fotocopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
  5. Menyerahkan fotocopi Akte Kelahiran sebanyak 2 lembar
  6. Menyerahkan fotocopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
  7. Menyerahkan fotocopi KTP Orangtua.
  8. Menyerahkan fotocopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
  9. Menyerahkan fotocopi hasil test IQ, bagi yang memiliki, sebanyak 2 lembar.
  10. Menyerahkan pas photo hitam putih 3×4 sebanyak 10 lembar.
  11. Membayar biaya pendaftaran Rp 100.000,- .
Waktu Tes Seleksi
Tes dilaksanakan pada 2 Juli 2013 jam 08.00 – 12.00 WIB.
Materi Tes :
  1. Tes Tulis ( Pengetahuan Agama, Bahasa Inggris, Matematika, Kemampuan IPA, Keterampilan Dasar).
  2. Tes Praktik ( Praktik Ibadah, Membaca Al-Qur’an, Menulis ayat-ayat Al-Qur’an)
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (LJK).
Pengumuman hasil tes pada 4 Juli 2013 jam 08.00 WIB.
Daftar ulang, mulai tanggal 4 – 6 Juli 2013
MOS dilaksanakan 6 – 8 Juli 2013
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Dimulai Senin, 8 Juli 2013

Selasa, 20 Mei 2014

Salahnya pendidikan di Indonesia


Salahnya Sistem Pendidikan Indonesia
            Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan itu penting. Setiap manusia berhak menimba pendidikan. Pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik. Maka dengan adanya pendidikan, setiap manusia dapat mengambil keputusan-keputusan, menyelesaikan persoalan-persoalan, juga mencerdaskan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.
            Indonesia merancang sebuah sistem pendidikan yang telah lama bertahan dan telah digunakan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta. Seperti yang kita ketahui, pendidikan di Indonesia dibagi ke dalam empat jenjang yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. Saat ini, seluruh penduduk Indonesia diharuskan mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun. Setelah diberlakukan program tersebut, seharusnya peran Indonesia di bidang pendidikan dapat dibilang cukup baik. Namun mengapa di luar sana, masih banyak pengangguran, koruptor, dan terbentuknya kelompok-kelompok yang merugikan masyarakat?
Di samping itu, kita pun sering mendengar siswa-siswi berprestasi maupun siswa-siswi menengah ke atas yang memilih untuk menuntut ilmu di luar negeri ketimbang menuntut ilmu di Indonesia. Mengapa demikian? Berdasarkan artikel BBC yang diterbitkan pada tanggal 27 November 2012, sistem pendidikan di Indonesia menempati peringkat terendah di dunia. Pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan di benak masyarakat Indonesia. Lantas, apa yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia? Berikut, kita akan mengulas kesalahan-kesalahan sistem pendidikan di Indonesia.
Pertama, metode pembelajaran. Di Jerman, siswa-siswinya melalui tes penentuan minat dan bakat terlebih dahulu sebelum kemudian memulai jalur sekolah yang akan diambil. Berbeda dengan di Indonesia dimana setiap siswa-siswinya diharuskan mempelajari pelajaran-pelajaran yang telah ditentukan oleh sekolah. Suka atau tidak suka, siswa-siswinya harus mempelajari pelajaran-pelajaran tersebut untuk dapat mencapai standar nilai yang telah ditentukan oleh sekolah. Padahal jika dipikir kembali, setelah lulus dari sekolah tersebut dan terjun ke dunia kerja, siswa-siswi itu pun tidak menggunakan seluruh ilmu yang telah mereka pelajari.
Mereka melupakan rumus-rumus matematika. Mereka melupakan nama batu-batuan yang mereka temukan dalam Geografi. Alasannya adalah mereka tidak menyukai pelajaran tersebut dan mereka tidak menggunakannya dalam pekerjaan mereka. Akhirnya apa yang telah siswa-siswi itu lalui selama sekolah pun terbuang sia-sia. Selain membuang waktu juga membuang uang. Namun bagaimana jika, sistem pendidikan di Indonesia menggunakan sistem pendidikan di Jerman dimana siswa-siswinya melalui tes penentuan minat dan bakat terlebih dahulu. Pastilah, siswa-siswi Indonesia dapat mengoptimalkan bakat dan minat mereka sehingga setelah lulus sekolah, mereka langsung siap untuk terjun ke dunia kerja.
Penduduk di Indonesia sungguh banyak. Dari sabang sampai merauke. Apabila Indonesia mampu menggunakan sistem pendidikan di Jerman ini maka Indonesia akan memiliki segenap sumber daya manusia yang berkualitas, yang sudah siap untuk terjun ke dunia kerja, juga yang berpotensi membuka lapangan kerja atau berwirausaha. Dengan begini, tingkat pengangguran yang tinggi perlahan-lahan akan menyusut. Ternyata dengan satu solusi, kita dapat melahirkan solusi-solusi baru yang dapat membantu bangsa dan negara kita.
Kedua, Ujian Nasional. Inilah persoalan yang paling sering diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia. Banyak siswa-siswi Indonesia yang berpendapat bahwa ujian nasional adalah syarat kelulusan yang tidak adil. Bayangkan saja, siswa-siswi Indonesia belajar selama tiga tahun untuk menghadapi ujian kelulusan dengan lima puluh nomor. Yang ingin dipertanyakan adalah mengapa belajar selama tiga tahun untuk mengisi lima puluh nomor tersebut? Kalau begitu, saya yakin siswa-siswi bisa belajar intensif selama 3 bulan dan juga mampu mengisi lima puluh nomor tersebut.
Selain itu, ujian nasional juga merusak akhlak masyarakat Indonesia karena kita sering mendengar berita siswa atau siswi yang bunuh diri akibat tidak lulus ujian. Berita-berita tersebut pun membuat orangtua tidak kalah sibuk dari anak-anaknya. Mereka mengikutkan anak-anaknya les disana-sini. Anak-anak tertekan, orangtua pun tertekan. Kita juga sering mendengar paket contekan yang beredar menjelang ujian nasional. Berbagai trik-trik menyontek pun telah disiapkan oleh siswa-siswi demi mencapai nilai yang mereka inginkan.
Mari, kita evaluasi kembali. Apakah hal-hal seperti ini yang diharapkan oleh Indonesia? Indonesia tentu mengharapkan negara sejahtera di bidang apapun terutama di bidang pendidikan. Namun ternyata, pendidikan di Indonesia belum mampu mensejahterahkan masyarakatnya dikarenakan oleh sistem-sistem yang salah. Semua ini dirangkum berdasarkan kegelisahan dan kekecewaan siswa-siswi di Indonesia yang sejak dulu mengharapkan perubahan-perubahan yang lebih baik. Semoga setelah ini, muncullah tokoh-tokoh pendidikan yang peduli dalam membangun pendidikan di Indonesia juga muncul kesadaran dari pemerintah Indonesia dalam merencanakan perubahan. Karena pada akhirnya, pendidikan di Indonesia-lah yang menentukan segala aspek kehidupan di Indonesia.
.